ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

China Gelontorkan Rp2.126 Triliun,, Redam Dampak Perang Dagang

China Gelontorkan Rp2.126 Triliun,, Redam Dampak Perang Dagang

Pemerintah China tunjukkan akan meningkatkan belanja mereka untuk meredam efek gejolak perang dagang bersama dengan Amerika Serikat (AS). Menteri Keuangan China Liu Kun mengatakan peningkatan anggaran dikerjakan untuk menopang pekerja dan pengangguran yang terdampak oleh perang dagang.

Selain meningkatkan belanja tersebut, China termasuk akan meningkatkan investasi mereka di bidang infrastruktur. Rencananya mereka akan menggelontorkan kira-kira US$145,48 miliar atau setara Rp2.126 triliun ke sektor infrastruktur sehingga efek perang dagang pada China mampu diminimalisir.

China Gelontorkan Rp2.126 Triliun,, Redam Dampak Perang Dagang

Anggaran tersebut akan digelontorkan pada akhir kuartal ini. Liu mengatakan bahwa sebenarnya efek perang dagang ke China kala ini kecil. Tapi, ia cemas kalau itu tak langsung diantisipasi oleh pemerintah China, gejolak tersebut mampu menyebabkan kasus pada ekonomi China.

Kekhawatiran utamanya difokuskan pemerintah China pada terjadinya peningkatan jumlah angka pengangguran dan hilangnya mata pencaharian masyarakat China. Selain upaya tersebut, Liu mengatakan bahwa negaranya tidak akan bertekuk lutut pada AS. China tunjukkan akan selalu membalas serangan dagang yang dilancarkan AS.

“China tak menginginkan perang dagang, tapi kami akan tegas membalas jika AS laksanakan tindakan yang merugikan kami, ini seluruh demi menjaga kepentingan kami,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/8).
Perang dagang pada China dan AS tetap tetap berkecamuk.

Terbaru, ke-2 negara saling berbalas tarif atas product bernilai US$16 miliar Kamis (23/8) kemarin. Kedua negara sebenarnya sudah menggelar pertemuan untuk mengakhir konflik tersebut. Tapi, pertemuan yang berakhir Kamis tempo hari tidak membuahkan kesepakatan apapun.

Salah seorang pejabat senior Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa selama pertemuan berlangsung, China tetap belum mau menanggapi secara sungguh-sungguh keluhan dagang yang disampaikan oleh negaranya berkenaan kecurangan dagang dan dugaan penyelewengan kekayaan interlektual dan subsidi industri AS oleh China.

Baca Juga: