ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

FUNGSI DAN POSISI GURU DALAM PROSES MENGAJAR BELAJAR

FUNGSI DAN POSISI GURU DALAM PROSES MENGAJAR BELAJAR

 

  • Latar Belakang Masalah

Pendidik adalah satu komponen manusiawi dalam proses mengajar-belajar, yang ikut berperan dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga professional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang makin berkembang. Dalam arti khusus dikatakan bahwa pada setiap diri guru itu terletak tanggung jawab untuk membawa para siswanya pada suatu kedewasaan atau taraf kematangan tertentu.

FUNGSI DAN POSISI GURU DALAM PROSES MENGAJAR BELAJAR
FUNGSI DAN POSISI GURU DALAM PROSES MENGAJAR BELAJAR

Peserta didik merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan. Tanpa anak didik, proses kependidikan tidak akan terlaksana. Oleh karena itu pengertian tentang peserta didik dirasa perlu diketahui dan dipahami secara mendalam oleh seluruh pihak. Sehingga dalam proses pendidikannya nanti tidak akan terjadi distorsi yang terlalu jauh dengan tujuan pendidikan yang direncanakan. Dalam paradigma pendidikan Islam, peserta didik merupakan orang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi (kemampuan) dasar yang masih perlu dikembangkan.

Hubungan antara pendidik dan peserta didik inilah yang kemudian disebut dengan proses mengajar belajar (dalam istilah baru), yang mengalami terus pengembangan sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Jika dahulu proses pembelajaran berpusat kepada guru (teacher centre), namun sekarang sudah berubah bahwa pembelajaran berpusat kepada peserta didik (student centre). Dengan adanya perubahan paradigma ini akan berimplikasi terhadap fungsi dan posisi guru dalam pelaksanaan pembelajaran.

Salah satu contohnya, Menurut teori konstruktivisme yang dikembangkan oleh Von Glasserfeld, pembentukan pengetahuan seseorang dilakukan sendiri oleh orang itu dan bukan oleh guru, sehingga para guru hanya bisa mendorong para siswa agar aktif dalam pembelajaran untuk membentuk pengetahuannya sendiri. Dorongan para guru sangat memicu dan memacu para Siswa aktif dan giat belajar.

 

Fungsi guru dalam kelas bukan lagi mengajari namun kehadiran guru membuat siswa belajar sehingga fungsi guru tidak mengajar namun lebih pada empat fungsi yang harus difahami oleh guru yaitu :

  1. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, kereatif, menciptakan berbagai kiat dan model penyampaian materi pembelajaran, membuat suasana pembelajaran menjadi menarik.
  2. Membangkitkan motivasi para siswa agar lebih aktif dan giat dalam belajar.
  3. Membimbing dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi berkualitas.
  4. Memimpin pembelajaran, juga sebagai tempat bertanya bagi para siswa.

Dengan guru melaksanakan fungsinya seperti ini akan mendorong siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Keaktifan siswa tersebut akan meningkatkan mutu pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Siswa diajak dan ditekankan kepada learning how to learn. Pemahaman ini akan sangat mendorong para siswa terus mencari ilmu pengetahuan sehingga dapat terbentuk long life learning.

Tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada siswa, tetapi harus menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar kepada seluruh siswa, agar mereka dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka. Untuk kepentingan tersebut perlu dikondisikan lingkungan belajar yang kondusif dan menantang rasa ingin tahu siswa, sehingga proses pembelajaranakan berlangsung secara efektif.

  1. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apa sajakah fungsi guru dalam proses mengajar-belajar?
  2. Bagamana fungsi guru tersebut diimplementasikan dalam PMB?
  3. Bagaimana posisi guru dalam proses mengajar-belajar?
  1. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Memahami perubahan paradigma yang berpengaruh terhadap fungsi guru dalam proses mengajar-belajar.
  2. Mengetahui macam- macam fungsi guru dalam PMB.
  3. Memahami operasional dari fungsi guru dalam PMB.
  4. Mengetahui posisi guru dalam proses mengajar-belajar.

 

BAB II

PEMBAHASAN

Sebelum lebih jauh membahas tentang fungsi dan posisi guru dalam PMB. Terlebih dahulu penulis ingin meluruskan istilah yang sudah lama diangggap valid yakni “proses belajar mengajar” menjadi “proses mengajar belajar”. Namun dikesempatan lain istilah PBM masih juga digunakan. Istilah ini penulis kutip dari Muhibbin Syah (2010) sebagai berikut:

“Perlu dicatat bahwa dalam interaksi instruksional antara guru dengan siswa, istilah proses mengajar-belajar (PMB) dipandang lebih tepat daripada proses belajar-mengajar (PBM). Alasannya, karena dalam “proses” ini yang hampir selalu lebih dahulu aktif adalah guru (mengajar) lalu diikuti oleh aktivitas siswa (belajar), bukan sebaliknya. Selain itu para pakar psikologi pendidikan kelas dunia seperti Barlow (1985) dan Good & Brophy (1990) menyebut hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu dengan istilah “teaching-learning process” bukan “learning-teaching process”. Sehubungan dengan ini, setiap guru sangat diharapkan memiliki karakteristik (ciri khas) kepribadian yang ideal sesuai dengan persyaratan yang bersifat psikologis-pedagosis.”

Lebih lanjut, beliau menuliskan, hal lain yang juga perlu dimiliki oleh para guru adalah kompetensi dan profesionalisme keguruan yang sampai batas tertentu sering terlupakan oleh para guru. Sehingga, tidak jarang muncul anggapan bahwa guru itu tak berbeda dengan profesi lainnya. Oleh karena itu, dalam hal ini penulis akan menguraikan tentang posisi dan ragam guru dalam konteks belajar-mengajar. Namun dalam penggunaannya istilah PBM masih tetap dipertahankan untuk selanjutnya.”[1]

  1. Fungsi Guru Dalam Proses Mengajar Belajar

Pada asasnya, fungsi atau peran penting guru dalam PMB ialah sebagai “director of learning” (direktur belajar). Artinya, setiap guru diharapkan untuk pandai-pandai mengarahkan kegiatan belajar siswa agar mencapai keberhasilan belajar (kinerja akademik) sebagaimana yang telah ditetapkan dalam sasaran kegiatan PMB. Dengan demikian, semakin jelaslah bahwa peranan guru dalam dunia pendidikan modern seperti sekarang ini semakin meningkat dari sekadar pengajar menjadi direktur belajar. Konsekuensinya, tugas dan tanggung jawab guru pun menjadi lebih kompleks dan berat pula.

Perluasan tugas dan tanggung jawab guru tersebut membawa konsekuensi timbul fungsi-fungsi khusus yang menjadi bagian integral (menyatu) dalam kompetensi profesionalisme keguruan yang disandang oleh para guru. Menurut Gagne, seperti dikutip Muhibbin Syah, setiap guru berfungsi sebagai:

  1. Designer of instruction (perancang pengajaran);
  2. Manager of instruction (pengelola pengajaran);
  3. Evaluator of student learning (penilai prestasi belajar siswa).
  1. Guru sebagai Designer of Instruction

Guru sebagai designer of instruction (perancang pengajaran). Fungsi ini menghendaki guru untuk senantiasa mampu dan siap merancang kegiatan mengajar-belajar yang berhasil guna dan berdaya guna.

Untuk merealisasikan fungsi tersebut, maka setiap guru memerlukan pengetahuan yang memadai mengenai prinsip-prinsip belajar sebagai dasar dalam menyusun rancangan kegiatan mengajar-belajar. Rancangan tersebut sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Memilih dan menentukan bahan pelajaran;
  2. Merumuskan tujuan penyajian bahan pelajaran;
  3. Memilih metode penyajian bahan pelajaran yang tepat;
  4. Menyelenggarakan kegiatan evaluasi.

 

Referensi : https://www.kuliahbahasainggris.com/