ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

Bahasa Indonesia Terpinggirkan, Bahasa Asing semakin Mentereng

Bahasa Indonesia Terpinggirkan, Bahasa Asing semakin Mentereng – Sebuah papan reklame mengandung informasi Asian Games dalam bahasa Inggris terpajang di di antara sudut kota Solo. Tak melulu itu, papan dari Pemkot Solo pun memasang informasi memakai bahasa campuran, Indonesia dan Inggris, yang ditemukan di sekian banyak wilayah. Perguruan tinggi kepunyaan pemerintah atau kampus negeri di Solo juga tak luput memasang istilah dalam bahasa asing, tanpa padanan kata dalam bahasa Indonesia.

Penggunaan istilah bahasa asing dalam sekian banyak instansi pemerintah, pekerjaan internasional, maupun ruang publik menjadi sorotan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Juru bicara lembaga tersebut, Gufran Ali Ibrahim, menuliskan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara semakin terpinggirkan.

Gufran menuliskan sekian banyak event internasional, pidato pejabat negara, kegiatan pendidikan tinggi, sampai pemerintah wilayah pun tak luput memilih menggunakan bahasa asing daripada bahasa Indonesia.

“Negara-negara lain yakni Jepang, China, dan Rusia menanam bahasa negara secara maksimal. Kalau menyaksikan secara seksama ketika Piala Dunia kemarin, pengisi acara dan semua pekerjaan berbahasa Rusia baru lantas diterjemahkan ke bahasa Inggris. Rusia sangat memuliakan bahasa negaranya,” papar Gufran.

Ia menambahkan, “Berbeda dengan di negara anda yang merasa lebih hebat dengan Welcome to Batam daripada Selamat Datang di Batam. Ini misal kecil dan masalah untuk kita semua. Kami bercita-cita dari Solo ini ada kemauan dan gerakan guna menguatkan faedah Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Apakah bila orang khususnya Warga Negara Indonesia tidak memakai bahasa negaranya dalam situasi apapun dapat dijerat hukum? Ternyata terdapat Undang-Undangnya.”

Lebih lanjut Gufran pun mencontohkan pemakaian kata “skytrain” lebih mentereng ketimbang “kalayang” – singkatan dari kereta layang; atau istilah “fly over” Semanggi di Jakarta lebih akrab dibanding “simpang susun” Semanggi; dan sebagainya.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menuliskan sudah menyurati semua pemerintah wilayah di tingkat Provinsi supaya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara daalam sekian banyak kegiatan, termasuk pekerjaan berskala internasional. Jepang dan Rusia menjadi negara pedoman Badan Bahasa dalam pemakaian bahasa negara di sekian banyak lokasi dan kegiatan. Namun belum ada evolusi yang signifikan.

Wakil Rektor 4 Universitas Sebelas Maret UNS Solo, Profesor Widodo Muktiyo menuliskan masih kerap mendatangi pemakaian istilah asing di kampus kepunyaan pemerintah ini. Berdasarkan keterangan dari Widodo, pihaknya bakal melakukan penilaian dalam sekian banyak kegiatan akademis di kampus untuk mengkhususkan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

“Kalau di lingkungan perguruan tinggi tidak jarang kita temukan apakah sih manfaatnya memakai bahasa asing sebagai bahasa unversal. Kalau dalam istilah politik dunia, bahasa universal yang digunakan untuk berkomunikasi sebagai format hegemoni, menguasai dunia.”

Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 menata pengutamaan pemakaian bahasa negara, bahasa Indonesia, dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun masyarakat.

Sumber : https://www.bahasainggris.co.id/