ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

Penilaian Karakter; Harap-Harap Cemas Si Anak Cuek

Penilaian Karakter; Harap-Harap Cemas Si Anak Cuek

Seorang anak lihat gambar pada papan tulis. Kertas yang dia lihat cuma bergambar isyarat bertanya dan sedikit tulisan di bawahnya.

Aku mendatanginya secara diam-diam. Bagi teman-temannya, dia adalah anak yang super cuek. Bahkan, menurutku, dia anak yang amat kuat. Pujian tidak akan membuatnya terbang, kritikan juga tidak membuatnya tumbang. Selama ini, ranking atau kejuaraan apapun, baginya biasa saja. Namun kali ini, dia mau menatap gambar itu berlama-lama. Pasti ada suatu hal yang menarik hatinya.

“Kamu idamkan fotomu ada di anggota mana?”, sapaku bersama dengan nada lirih.

Dia cuma menatapku sesaat. Sedikit senyum yang sempat keluar di anggota wajahnya. Dia selamanya dingin tanpa suara.

“Lihat, ada 10 pilihan. Jika temanmu satu kelas berjumlah20, dan tiap tiap kategori diisi dua orang, maka seluruh siswa fotonya akan terpajang. Pilihlah di anggota mana fotomu akan dipasang”, saya menjelaskan singkat.

Kali ini, saya coba mengimbuhkan penghargaan cii-ciri sebanyak mungkin. Bukan obral tentu saja. Aku cuma idamkan tiap tiap anak menghitung mungkin dirinya mendapat penghargaan tersebut. Aku juga idamkan tiap tiap anak memilih cii-ciri mana yang paling idamkan ditonjolkan.

Kecilnya kesempatan mampu menghancurkan dambaan tiap tiap anak. Terlebih kembali kalau kita sering menilai cuma berasal dari jumlah tampil anak di depan kelas. Faktanya, penghargaan yang ada selama ini, sering untung anak-anak yang senang tampil, anak-anak ekstrovert.

Dengan alasan memotivasi anak lain supaya lebih berani, penghargaan tidak boleh menafikan sama sekali pada anak-anak yang pendiam atau anak-anak introvert. Bukan salah, akan tapi mari membuatnya jadi lebih luas.

Setiap anak adalah karunia yang unik. Pengalaman berprestasi, sekecil apapun, akan amat positif bagi anak. Asalkan, tidak direkayasa.

Cara yang saya menggunakan kali ini adalah sbb:

– Aku menempatkan gambar anonim bersama dengan isyarat bertanya bersama dengan tulisan karakter.

– Aku memilih karakter-karakternya. (misalnya “paling peduli”, “paling santun”, paling kreativ”, dll)

– Aku sampaikan ke anak-anak bagaimana langkah menggapai dan memilihnya.

– Aku bagikan tulisan yang berisi pilihan cii-ciri menurut mereka sendiri. Pilihan berdasarkan prioritas.

– Aku memantaunya tiap tiap hari.

– Aku menyediakan pas tiga bulan.

Melakukan tugas sehari-hari saja telah lelah, belum kembali setumpuk administrasi yang mengambil alih waktu, bagaimana mungkin lakukan penilaian layaknya di atas?

Ini sunnah. Penilaian ini, kalau mungkin dilakukan, akan jadi hadiah bagi anak-anak. Menambah beban guru atau tidak, itu cuma pilihan.

Selamat mencoba.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/