ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

MENGENAL GREEN ACCOUNTING

MENGENAL GREEN ACCOUNTING

MENGENAL GREEN ACCOUNTING
MENGENAL GREEN ACCOUNTING

 

Green Accounting

Mungkin banyak yang masih bingung apa sih Green Accounting itu?? Bahkan  beberapa anak jurusan akuntansi pun masih ada yang belum paham mengenai Green Accounting. Jangankan paham, istilahnya aja baru denger, hehe. Nah, makanya saya sangat tertarik untuk membahasnya pada postingan ini. Dari pada makin kepo, yuk langsung aja cekidot !!

Pengertian Green Accounting

Green accounting adalah jenis akuntansi yang mencoba untuk menghubungkan faktor biaya lingkungan ke dalam hasil kegiatan usaha perusahaan. Seperti diketahui bahwa produk domestik bruto mengabaikan lingkungan dalam pembuatan keputusan.
Green Accounting is considered to be an important tool for understanding to influential aspect of natural environment with respect to the economy. The data and information provided by environmental accounts are determined to be in relation to the involvement of natural recources in economic development and costs accured due to pollution or recources degradation
Menurut EPA, hijau atau lingkungan akuntansi manajemen adalah identifikasi, prioritas, kuantifikasi atau kualifikasi, dan penggabungan biaya lingkungan ke dalam keputusan bisnis. Akuntansi manajemen lingkungan merupakan pendekatan gabungan yang menyediakan untuk transisi data dari akuntansi keuangan dan akuntansi biaya untuk meningkatkan efisiensi bahan, mengurangi dampak dan risiko lingkungan dan mengurangi biaya perlindungan lingkungan.

Dalam Environmental Accounting Guideline

yang dikeluarkan oleh menteri lingkungan Jepang (2005:3) dinyatakan bahwa akuntansi lingkungan mencakup tentang pengidentifikasian biaya dan manfaat dari aktivitas konservasi lingkungan, penyediaan sarana atau cara terbaik melalui pengukuran kuantitatif, serta untuk mendukung proses komunikasi yang bertujuan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, memelihara hubungan yang menguntungkan dengan komunitas dan meraih efektivitas dan efisiensi dari aktivitas konservasi lingkungan. Ditambahkan pengertian dari US EPA (1995) akuntansi lingkungan sebagai aspek dari sisi akuntansi manajemen, mendukung keputusan manajer bisnis dengan mencakup penentuan biaya, keputusan desain produk atau proses, evaluasi kinerja serta keputusan bisnis lainnya.
Environmental accounting is an anclusive field of accounting. It provides reports inveronmental information to help make management decisions on pricing, controlling overhead and capital budgeting, and external use, disclosing inveronmental information of interest to public and to the financial community

Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.
Menurut International Finance Corporation Komitmen dunia bisnis untuk memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui kerjasama dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal dan masyarakat luas untuk meningkatkan kehidupan mereka melalui cara-cara yang baik bagi bisnis maupun pembangunan.
B. Perkembangan Green Accounting di Indonesia
Pada tahun 1992, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan Konferensi Lingkungan dan Pembangunan atau Earth Summit di Rio de Janeiro untuk membahas pembangunan yang berkelanjutan. Seperti yang tercantum dalam preamble of agenda-21, sebuah rencana telah disepakati oleh lebih dari 178 pemerintah yang hadir. Dalam konferensi tersebut membahas tentang semakin besar kesadaran akan masalah lingkungan akan meningkatkan kesejahteraan di masa mendatang. Agenda 21 merekomendasikan agar negara-negara menerapkan akuntansi lingkungan (INTOSAI Working Group on Environmental Auditing, 2010).
Berdasarkan artikel yang dimuat dalam majalah Akuntan Indonesia Edisi No.3 bulan November tahun 2007, menyinggung tentang bagaimana peran akuntan terhadap lingkungan yang makin memprihatinkan. Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Manajemen (IAI-KAM) yang juga merupakan Direktur Eksekutif National Center for Sustainability Reporting(NCSR) Ali Darwin, Ak, MSc melihat ada empat hal mengapa penekanan terhadap isu lingkungan semakin signifikan akhir-akhir ini.

Pertama, Ukuran perusahaan yang ukuran perusahaan yang semakin besar.

Menurut Ali, semakin besar perusahaan, diperlukan akuntabilitas yang lebih tinggi pula dalam pembuatan keputusan berkaitan dengan operasi, produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Kedua, Aktivis dan LSM semakin tumbuh. LSM bidang lingkungan hidup telah tumbuh dengan pesat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kegiatan yang dilakukan oleh aktivis lingkungan hidup semakin kompleks dan berkualitas. Mereka akan mengungkapkan sisi negatif perusahaan yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup dan akan berjuang menuntut tanggungjawab atas kerusakan lingkungan atau dampak sosial yang ditimbulkan oleh operasi perusahaan. Ketiga, Reputasi dan citra perusahan. Perusahaan-perusahaan dewasa ini menyadari bahwa reputasi, merk, dan citra perusahaan merupakan isu strategis yang bernilai tinggi dan harus dilindungi. Keempat, Kemajuan teknologi komunikasi yang berkembang sangat cepat. Isu lingkungan dan sosial yang berdampak negatif akan menyebar dan dapat diakes dengan mudahnya melalui teknologi. Ali mengungkapkan pentingnya dilakukan pembangunan berkelanjutan oleh setiap perusahaan karena perusahaan harus mempunyai komitmen yang tinggi untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungannya.