ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

penerapan teori-teori Behaviorism telah dikembangkan oleh pavlov, watson, thorndike

penerapan teori-teori Behaviorism telah dikembangkan oleh pavlov, watson, thorndike

penerapan teori-teori Behaviorism telah dikembangkan oleh pavlov, watson, thorndike
penerapan teori-teori Behaviorism telah dikembangkan oleh pavlov, watson, thorndike

Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) adalah

seorang behavioristik terkenal dengan teori pengkondisian asosiatif stimulus-respons dan hal ini yang dikenang darinya hingga kini. Classic conditioning(pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Aplikasi teori ini dalam pembelajaran adalah dengan cara melakukan penciptaan suatu kondisi tertentu dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar. Seperti menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Begitupula dengan memberikan pengulangan materi. Guru tidak boleh bosan untuk mengulang-ulang materi pelajaran yang sudah disampaikan seperti yang dilakukan oleh Pavlov anjing yang dijadikan sebagai obyek eksperimennya. Dengan mengulang suatu stimulus tertentu maka diharapkan suatu respon tertentu akan dihasilkan.

 

Teori Watson menyatakan bahwa pelaziman

dapat mengubah perilaku perilaku seseorang secara nyata teori ini dihasilkan dari eksperimen yang dilakukan terhadap seorang bayi berumur 11 bulan. Sehubungan dengan pendidikan dan pengajaran yang berdasarkan stimulus respon, Watson mengemukakan dua prinsip penting yaitu recency principle dan frequency principle. Menurut recency principle jika suatu stimulus baru saja menimbulkan respon, maka kemungkinan stimulus itu untuk menimbulkan respon yang sama apabila diberikan akan lebih besar daripada kalau stimulus itu diberikan setelah lama berselang. Menurut frequency principle apabila suatu stimulus dibuat lebih sering menimbulkan respon maka kemungkinan stimulus itu akan menimbulkan respon yang sama pada waktu yang lain akan lebih besar. Dalam pendidikan dan pengajaran teori Watson dapat diterapkan dengan memberikan reward atau punishment tidak terlalu lama dari perilaku yang dilakukan oleh siswa. Contohnya jika siswa melakukan pelanggaran maka guru harus memberikan punishment saat itu juga tidak menunda-nunda sampai pelanggaran berikutnya. Begitupula dalam menyiapkan media pembelajaran guru dapat menggunakan media yang dapat menstimulasi siswa seperti gambar-gambar, slide presentasi dan video. Jika penayangan suatu video dapat meningkatkan kemampuan siswa maka pada pertemuan berikutnya video juga akan memberikan hasil yang sama sesuai dengan prinsip frequency principle.

 

Thorndike mengemukakan teori koneksionisme

dimana belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan atau tindakan. Aplikasi teori ini dalam kegiatan belajar mengajar adalah dengan meberikan stimulasi kepada peserta didik di awal kegiatan belajar mengajar. Dalam metode saintifik kegiatan pertama yang dilakukan adalah mengamati suatu stimulus tertentu, apakah berupa gambar, slide atau video dan lain sebagainya. Sehingga dengan stimulus yang diberikan dapat merangsang siswa untuk berfikir tentang stimulus tersebut. Dengan demikian terjadilah respon yang diharapkan. Hasil yang akan diperoleh akan sangat berbeda jika guru tidak memulai dengan memberikan stimulus. Peserta didik tidak mendapatkan rangsangan yang cukup untuk memulai pembelajaran. Oleh karena itu dalam kurikulum 2013 setiap kegiatan pembelalajaran harus diawalai dengan kegiatan mengamati.

 

Teori yang dikemukakan oleh Skinner adalah

teori tentang stimulus respon yang diikuti dengan reinforcement. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan melalui pemberian penguatan (reinforcement). Teori ini diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran seperti pembelajaran berprogram dan pembelajaran modular. Pembelajaran berprogram seperti pembelajaran yang berbasis komputer, dimana guru menyajikan slide-slide presentasi yang menarik perhatian siswa sehingga respon yang positif akan diberikan siswa dan guru memberikan penguatan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa seperti pertanyaan interaktif berbasis program komputer seperti wondershare quiz creator yang memungkinkan siswa untuk mencari jawaban yang benar dari setiap pertanyaa. Reinforcement yang diberikan berupa simbol warna atau gambar centang yang menunjukkan jawaban tersebut benar dan juga tanda silang atau warna merah yang muncul ketika jawaban yang diberikan salah. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan belajar peserta didik berdasarkan aplikasi teori Skinner.

Sumber : http://neyramand.revolublog.com/contoh-teks-eksplanasi-a165655572