ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

Ini Pentingnya Pendidikan RTH dan Lingkungan Hidup Bagi Siswa Baru

Ini Pentingnya Pendidikan RTH dan Lingkungan Hidup Bagi Siswa Baru

Ini Pentingnya Pendidikan RTH dan Lingkungan Hidup Bagi Siswa Baru
Ini Pentingnya Pendidikan RTH dan Lingkungan Hidup Bagi Siswa Baru

Tahun ajaran baru, sekolah didorong untuk memberikan materi pembekalan kepada siswa dalam bentuk pengenalan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Lingkungan Hidup. Pembekalan dini ini dinilai cukup strategis di samping sebagai penunjang ilmu pengetahuan, juga sebagai pembentukan insan pribadi siswa ramah lingkungan.

Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Tarsoen Waryono

menjelaskan, berbicara tentang RTH dan lingkungan hidup, tentu tidak terlepas dari aspek biotik, abiotik dan manusia serta budaya. Sebagai satu kesatuan yang utuh, menurutnya, manusia sangat berperan dalam mengolahdayakan lingkungannya. Manusia yang memiliki pengalaman seluk-beluk lingkungan di sekelilingnya, akan tahu bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan, sebagai wahana interaksi sehari-hari.

“Tampaknya muatan kurikulum yang bersifat lokal bukan lagi untuk dibicarakan perlu dan atau tidaknya, akan tetapi bagaimana pendekatan implementasi nya, dan materi apa yang harus diberikan. Pembekalan RTH dan lingkungan hidup penting diberikan,” kata Tarsoen kepada JawaPos.com, Kamis (13/7).
Ini Pentingnya Pendidikan RTH dan Lingkungan Hidup Bagi Siswa Baru
Ilustrasi: Siswa sekolah dasar sedang melakukan proses belajar mengajar di ruang kelas. (Dok.JawaPos.com)

Dia menjelaskan, masa kecil (anak-anak), merupakan masa pembentukan pengetahuan, perilaku dan sikap di masa remaja dan dewasa. Masa anak-anak merupakan perjalanan yang kritis, sebagai generasi bangsa di masa mendatang.

“Sangatlah strategis pembekalan pengetahuan dasar hutan dan lingkungan hidup sejak dini melalui anak-anak secara terprogram dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, berbicara tentang hutan, persepsi

yang sering mucul selalu dihubungkan dengan banjir, tanah longsor, kekurangan air, musim kemarau berkepanjangan, asap kebakaran hutan dan lain sebagainya. Padahal pentingnya hutan yang digambarkan dalam Gunungan Wayang Kulit, terlihat secara jelas dan merupakan simbol ekosistem yang kompleks, karena peranan fungsi jasa bio eko hidrologisnya. Dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), untuk anak-anak sekolah dasar dan lanjutan, juga diajarkan tentang proses asimilasi (fotosintesa) dan diilustrasikan. Hijau daun pada siang hari, menyerap energi matahari untuk membuat makanan, dengan mereaksikan air, hingga menghasilkan karbohidrat dan oksigen.

Tarsoen mencontohkan di berbagai pelosok tanah air banya

k anak telah tumbuh dan berkembang menyatu dan akrab dengan alam lingkungannya. Anak-anak Bajau di kawasan pesisir, sejak kecil telah terbiasa dengan alam lingkungan laut. Demikian halnya dengan anak-anak Dayak di pedalaman Kalimantan Timur, mereka sejak kecil telah hidup menyatu dengan alam hutan sebagai bagian dari hidupnya.

“Pengenalan RTH (hutan) dan lingkungan hidup bagi siswa didik sekolah dasar dan lanjutan, sebagai bagian dari bagian dari kurikulum Pendidikan Nasional,” jelasnya.

 

Sumber :

https://www.thecontentscoop.com/technology-reshaping-indonesian-education/