ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

Cegah Penyelewengan, Sandiaga Luncurkan SIAP BOS-BOP

Cegah Penyelewengan, Sandiaga Luncurkan SIAP BOS-BOP

Cegah Penyelewengan, Sandiaga Luncurkan SIAP BOS-BOP
Cegah Penyelewengan, Sandiaga Luncurkan SIAP BOS-BOP

Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno meluncurkan aplikasi untuk anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Aplikasi ini diharapkan dapat mencegah penyelewengan anggaran BOS dan BOP.

Acara peluncuran digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Aplikasi tersebut diberi nama ‘Sistem Informasi Akuntabilitas Pendidikan (SIAP) BOS-BOP’.

Sejumlah pejabat terkait hadir dalam acara peluncuran SIAP BOS-BOP ini. Ada Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Michael Rolandi dan Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi.

“Jadi, SIAP BOS-BOP ini bisa membantu manajemen pendidikan ke depan lebih akuntabel dan transparan serta sesuai dengan program Bank Indonesia (BI), cashless (nontunai),” kata Sandiaga dalam sambutannya.

Menurut Sandiaga, SIAP BOS-BOP merupakan aplikasi yang sangat dibutuhkan. Selain mempermudah transaksi, sistem ini berguna untuk mencegah penyelewengan anggaran.

“BOS dan BOP ini cukup besar, Rp 4 triliun. Biaya ini sama untuk membangun empat stadion bertaraf internasional. Jadi harus akuntabel dan transparan. Kalau dulu manual. Bendahara sekolah harus antre ke bank, dan berbahaya karena harus bawa uang banyak,” ujar Sandiaga.

Selain itu, SIAP BOS-BOP diharapkan bisa mewujudkan cita-cita Pemprov DKI

meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebab, dengan SIAP BOS-BOP, transaksi keuangan Pemprov DKI akan tercatat secara digital.

“Sebab, komitmen kita, WTP ini harga mati. Semua harus bisa dipertanggungjawabkan, lebih tertata, lebih tercatat, sehingga kita bisa dorong sistem informasi berbasis teknologi,” jelas Sandiaga.

Dirut Bank DKI Kresno Sediarsi menjelaskan SIAP BOS-BOP akan terintegrasi dengan beberapa aplikasi Pemprov DKI yang sudah ada, misalnya Sistem Informasi Data Pendidikan (Dapodik), Sistem Informasi Perencanaan Sekolah e-budgeting, dan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Melalui SIAP BOS-BOP, transaksi keuangan masing-masing sekolah akan diinput

ke dalam sistem akuntansi keuangan dan anggaran sekolah, sekaligus terkoneksi secara online dengan sistem Bank DKI,” ucap Kresno.

Sementara itu, untuk menjamin keamanan transaksi, pemindahbukuan anggaran BOS dan BOP hanya bisa dilakukan apabila terdapat persetujuan melalui token bendahara dan token kepala sekolah serta telah diverifikasi oleh Bank DKI.

Selanjutnya, berdasarkan token persetujuan dari kepala sekolah,

bendahara baru bisa melakukan perintah pemindahbukuan ke rekening pihak penyedia barang dan jasa.

“Pemindahbukuan secara online dan real time tersebut akan meningkatkan pertanggungjawaban dana BOS dan BOP serta meningkatkan kualitas laporan keuangan,” terang Kresno.

Adapun jumlah penerima BOS dan BOP di Jakarta sebanyak 2.062 sekolah. Jumlah anggaran BOS dan BOP sendiri sebesar Rp 4 triliun.
(zak/jbr)

 

Sumber :

https://thriveglobal.com/stories/the-internet-is-the-place-where-we-can-get-everything-that-we-need/