ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

Crossborder Music Festival Atambua

Crossborder Music Festival Atambua

Crossborder Music Festival Atambua
Crossborder Music Festival Atambua

Crossborder Music Festival Atambua 2019

sesion II akan digelar di Lapangan Simpang Lima Atambua pada Jumat, 28 Juni 2019 mendatang. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun turut mempromosikan kegiatan ini, termasuk melakukan siaran langsung di Radio Republik Indonesia (RRI).

“Strategi Kemenpar untuk mensukseskan kegiatan itu sangat luar biasa. Beragam bentuk promosi dilakukan agar masyarakat tahu dan datang ke lokasi acara. Selain menyebar pamflet, panitia juga melakukan siaran langsung dengan RRI,” ujar Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6/2019).

 

Dengan mengudaranya sosialisasi tersebut di RRI

diharapkan para pendengar tertarik untuk hadir pada konser tersebut. Kemenpar juga bekerja sama dengan operator di Timor Leste turut mendukung dengan menyebarkan pengumuman pada seluruh pengguna produknya lewat SMS blast.

Tak hanya itu, lanjutnya, ada pula pemasangan billboard di Giant Lecidere Timor Leste, serta flyering di kota dan perbatasan. Termasuk pemasangan spanduk dan umbul-umbul di perbatasan Wini, Motaain, dan titik strategis Atambua.

 

“Promosi yang dilakukan untuk konser musik perbatasan Atambua

ini benar-benar total dan menyasar semua lini. Saya benar-benar berterima kasih atas support Kemenpar. Ini luar biasa, dan saya yakin hasilnya pun tidak mengecewakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan Crossborder Music Festival Atambua 2019 sesion II akan menghadirkan grup Band Kotak. Ada juga penampilan para jawara Band Competition Crossborder Music Festival 2019 sesion 1, yaitu Illumia Band (juara 2) dan Panglima Band (juara 1).

“Kegiatan juga akan dimeriahkan oleh bintang tamu Andmesh & Gerson. Kami berharap penampilan semua pengisi acara bisa menghibur seluruh pengunjung,” ungkap Rizki.

 

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya

menjelaskan digelarnya Konser Musik Perbatasan Atambua tak lain dimaksudkan untuk menjaring wisatawan mancanegara. Khususnya dari Republik Demokrasi Timor Leste, terutama yang tinggal di daerah perbatasan.

Baca juga: Band Kotak Ingin Tampil Total di Konser Musik Atambua

Walau demikian, lanjut Arief, konsep crossborder tourism sebenarnya bukan semata untuk meningkatkan kunjungan wisman. Ada dampak positif lain yang diharapkan mampu dirasakan warga setempat, yaitu hidupnya perekonomian di wilayah sekitar.

“Dengan adanya event ini, bisa dipastikan banyak pedagang yang ambil bagian untuk mencari keuntungan. Dari kerajinan, kuliner, hingga kebutuhan lain. Wisman datang menonton dan belanja. Artinya, ada perputaran ekonomi secara langsung di sini,” tandas Arief.

Sebagai informasi, selain panggung musik, kegiatan ini juga akan diisi dengan bazar beragam produk, seperti kerajinan tangan atau suvenir, produk-produk fashion, dan kuliner. Semua keseruan semakin lengkap dengan hadirnya dance entertainment.

Sumber : https://how.co.id