ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

Metode Pembelajaran dan juga Kelebihan dan Kekurangannya

Metode Pembelajaran dan juga Kelebihan dan Kekurangannya

Metode Pembelajaran dan juga Kelebihan dan Kekurangannya
Perlu diketahui bahwa mengerti dan mempraktikan metode pembelajaran adalah suatu keniscayaan, dikarenakan guru dapat mengerti metode mana yang sanggup menyebabkan pembelajaran jadi aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Dalam pembelajaran, terdapat bermacam macam metode. Berikut penjelasan dari sebagian metode tersebut;

A. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan sebagai metode tradisional, dikarenakan sejak dahulu metode ini telah digunakan sebagai alat komunikasi lisan pada guru bersama anak didik dalam pertalian edukatif. Metode ini membawa kelebihan dan kekurangan.
a. Kelebihan metode ceramah;
Guru enteng menguasai kelas
Mudah dilaksanakan
Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar dan
Guru enteng menerangkan bahan pelajaran dalam jumlah banyak.

b. Kekurangan metode ceramah;
Kegiatan pengajaran jadi verbalisme (pengertian kata-kata)
Anak didik yang lebih tanggap dari sisi visual dapat rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya sanggup lebih cepat menerimanya
Apabila benar-benar lama dapat menyebabkan bosan
Sukar mengontrol sejauh mana perolehan studi anak didik, dan
Menyebabkan anak didik pasif.

B. Metode Proyek
Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang beri tambahan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya, agar anak didik dapat tertarik untuk belajar.
a. Kelebihan metode proyek;
Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit jadi lebih luas dan menyeluruh, waktu melihat dan memecahkan kasus yang dihadapi dalam kehidupan
Anak didik dibina bersama membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam terpadu, yang diharapkan praktis dan berfaedah dalam kehidupan sehari-hari.

b. Kekurangan metode proyek;
Kurikulum yang berlaku dinegara kita sekarang ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menolong untuk pelaksanaan metode ini
Organisasi bahan pelajaran, rencana dan pelaksanaan metode ini sukar dan membutuhkan keahlian tertentu dari guru, sedang para guru belum disiapkan untuk itu
Harus sanggup memilih topik unit yang tepat sesuai bersama kebutuhan anak didik, lumayan fasilitas, dan mempunyai sumber-sumber studi yang diperlukan, dan
Bahan pelajaran sering jadi luas agar sanggup mengaburkan pokok unit yang dibahas.

C. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode perlindungan kesempatan kepada anak didik, baik perorangan/kelompok, untuk dilatih jalankan suatu proses/ percobaan. Dengan metode eksperimen, anak didik diharapkan sanggup sepenuhnya terlibat dalam rencana eksperimen, melakukan, memilih fakta, menyatukan data, mengendalikan variabel, dan memecahkan kasus yang dihadapinya secara nyata.
a. Kelebihan metode eksperimen
Dapat menyebabkan anak didik lebih yakin atas kebenaran/kesimpulan berdasarkan percobaan sendiri dari pada cuma menerima kata guru/buku
Anak didik sanggup mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) perihal pengetahuan dan teknologi, suatu sikap yang dituntut dari seorang ilmuwan
Akan terbina manusia yang sanggup membawa terobosan-terobosan baru melalui penemuan, sebagai hasil percobaannya diharapkan sanggup berfaedah bagi kesejahteraan hidup manusia.

b. Kekurangan metode eksperimen
Tidak cukupnya alat-alat menyebabkan tidak tiap-tiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen
Apabila eksperimen memerluka jangka waktu yang lama, anak didik kudu menanti untuk melanjutkan pelajaran
Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang pengetahuan dan teknologi.

D. Metode Pemberian Tugas dan Resitasi
Maksud dari perlindungan tugas di sini membawa makna guru menyuruh anak didik, sebagai contohnya guru berikan perintah agar membaca, tetapi bersama beri tambahan tugas-tugas layaknya melacak dan membaca buku-buku lain sebagai perbandingan, atau disuruh mengamati orang/masyarakatnya sehabis membaca buku itu. Dengan begitu, perlindungan tugas adalah suatu pekerjaan yang kudu anak didik selesaikan tanpa terikat tempat.
a. Kelebihan metode perlindungan tugas dan resitasi;
Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil studi sendiri dapat sanggup diingat lebih lama
Anak didik berkesempatan memupuk pertumbuhan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri.

b. Kekurangan metode perlindungan tugas dan resitasi;
Terkadang anak didik jalankan penipuan, misal; anak didik cuma mencontoh hasil pekerjaan orang lain tanpa rela bersusah payah mengerjakan sendiri, kadang waktu termasuk tugas itu dijalankan orang lain tanpa pengawasan
Sukar beri tambahan tugas yang memenuhi penilaian individual.

E. Metode Diskusi
Metode diskusi merupakan sebuah alternatif jawaban untuk memecahkan bermacam masalah/problem kehidupan. Dengan catatan kasus yang dapat didiskusikan kudu dikuasai secara mendalam.
a. Kelebihan metode diskusi;
Menyadarkan anak didik bahwa masalah/problem sanggup dipecahakan bersama bermacam jalur dan bukan cuma satu jalur (satu jawaban) saja
Menyadarkan anak didik saling mengemukakan pendapat secara konstruktif, agar nantinya sanggup diperoleh ketentuan yang lebih baik
Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun tidak serupa bersama pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleran.

b. Kekurangan metode diskusi;
Tidak sanggup digunakan pada group yang besar
Peserta diskusi mendapat Info yang terbatas
Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara
Biasanya orang berharap pendekatan yang lebih formal.

F. Metode Latihan
Metode latihan (driil) disebut termasuk metode training, yaitu suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Selain itu termasuk sanggup digunakan sebagai sarana untuk pelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Metode ini termasuk sanggup digunakan untuk mendapatkan suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan.
a. Kelebihan metode latihan;
Dapat digunakan untuk mendapatkan kecakapan motorik, layaknya menulis, melafalkan huruf, membuat, dan menggunakan alat-alat
Dapat digunakan untuk mendapatkan kecakapan mental, layaknya dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya
Dapat untuk membentuk kebiasaan dan menaikkan ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.

b. Kekurangan metode latihan;
Menghambat bakat dan inisiatif anak didik dikarenakan anak didik lebih enteng untuk disesuaikan dan diarahkan pada pengertian
Menimbulkan penyesuaian secara statis pada lingkungan
Kadang-kadang latihan yang dijalankan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan enteng membosankan
Dapat menimbulkan verbalisme.

G. Metode Picture plus Picture
Langkah-langkah dari metode ini;
Guru mengemukakan kompetensi yang mendambakan dicapai
Menyajikan materi sebagai pengantar
Guru menunjukan atau menunjukkan gambar-gambar kesibukan yang perihal bersama materi
Guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian untuk memasang atau mengurutkan gambar-gambar jadi alur yang logis
Guru bertanya alasan atau dasar analisis dari alur gambar itu
Dari alasan atau alur gambar itu, guru jadi menanamkan rancangan atau materi sesuai bersama kompetensi yang mendambakan dicapai
Siswa diajak untuk menyimpulkan atau rangkuman materi yang baru saja diterimanya.

H. Metode Numbered Head Togethera/ Kepala Bernomor (Spencer Kagan, 1992)
Langkah-langkah dari metode ini;
Siswa dibagi dalam group dan tiap-tiap siswa dalam tiap-tiap group mendapat nomor
Guru beri tambahan tugas dan masing-masing group mengerjakannya.
Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota group sanggup mengerjakannya atau mengerti jawabannya
Guru memanggil salah satu nomer siswa dan nomer yang dipanggil melaporkan hasil kerja serupa dan nomer yang dipanggil melaporkan hasil kerja serupa mereka
Teman yang lain beri tambahan tanggapan, kemudian guru menunjuk nomer yang lainnya lagi
Siswa diajak untuk menyebabkan analisis dari materi yang baru saja diperlajari.

I. Metode Cooperative Script (Dansereau CS., 1985)
Skrip kooperatif adalah salah satu metode belajar, di mana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan, untuk mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah pembelajaran dari metode ini adalah;
Guru membagi siswa jadi berpasang-pasangan
Guru membagikan wacana atau materi tiap siswa untuk dibaca dan menyebabkan ringkasan
Guru dan siswa menentukan siapa yang pertam berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, bersama memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara, pendengar memperhatikan atau mengoreksi atau menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan juga menolong mengingat atau menghafal ide-ide pokok bersama menghubungkan materi sebelumnya atau bersama materi lainnya
Bertukar peran yang pada mulanya sebagai pembicara ditukar jadi pendengar dan sebaliknya
Siswa secara bersama bersama guru menyebabkan suatu analisis dari kesibukan yang telah dijalankan itu
Guru menutup pembelajaran.

J. Metode Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Numbered Head Together
Langkah cara metode ini adalah;
Siswa dibagi dalam sebagian group dan tiap-tiap siswa dalam tiap-tiap group mendapat nomor
Siswa diberi suatu tugas berangkai berdasarkan nomor. Misalnya, siswa nomer 1 bertugas mencatat soal, siswa nomer 2 mengerjakan soal, siswa nomer 3 melaporkan hasil pekerjaan, dan seterusnya
Jika kudu guru menyuruh agar bekerja serupa antarkelompok. Siswa disuruh nampak dari kelompoknya dan bergabung bersama sebagian siswa bernomor serupa dari group lain. Dalam kesempatan ini, siswa bersama tugas yang serupa sanggup saling menolong atau mencocokkan hasil kerja serupa mereka
Laporkan hasil dan respon dari group yang lain
Siswa menyebabkan analisis dari kesibukan yang baru saja dijalankan itu.

K. Metode Jigsaw/Model Tim Ahli (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, plus Snapp, 1978)
Langkah-langkah dari metode sebagai berikut;
Siswa dikelompokkan kedalam 4 Tim
Tiap orang dalam tim diberi anggota materi yang berbeda
Tiap orang dalam tim diberi anggota materi yang ditugaskan
Anggota dari tim yang tidak serupa yang telah mempelajari anggota sub-bab yang sama, berjumpa dalam group baru (kelompok ahli), untuk mendiskusikan sub-bab mereka
Setelah selesai berdiskusi sebagai tim ahli tiap anggota lagi ke group asal dan bergantian mengajar kawan satu tim mereka perihal subbab yang mereka kuasai. Sementara anggota lainnya, mendengarkan bersama sungguh-sungguh
Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi mereka
Guru berikan evaluasi kepada seluruh siswa yang termasuk seluruh materi yang diskusikan siswa
Guru menutup pembelajaran.

L. Metode Artikulasi
Langkah-langkah dari metode Artikulasi;
Guru mengemukakan kompetensi yang mendambakan dicapai
Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
Untuk mengerti energi serap siswa, bentuklah siswa jadi saling berpasangan 2 orang
Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu untuk menceritakan materi yang baru di terima dari guru. Sementara, pasangannya mendengarkan sambil menyebabkan catatan-catatan kecil, kemudian berubah peran. Begitu termasuk group lainnya
Guru menugaskan siswa secara bergiliran atau diacak untuk mengemukakan hasil wawancaranya bersama kawan pasangannya sampai sebagian siswa telah mengemukakan hasil wawancaranya.
Guru mengulangi atau menjelaskan lagi materi yang andaikan belum dipahami siswa
Siswa diminta untuk menyebabkan analisis atau penutup dari materi yang baru saja dipelajari.

M. Metode Mind Mapping
Metode Mind Mapping benar-benar baik digunakan sebagai pengetahuan awal siswa/untuk menemukan sebuah alternatif jawaban suatu soal, dan langkah-langkah dari metode ini;
Guru mengemukakan kompetensi yang mendambakan dicapai
Guru mengemukakan rancangan atau persoalan yang dapat ditanggapi oleh siswa dan sebaiknya persoalan yang membawa alternatif jawaban
Membentuk group yang masing-masing group beranggotakan 2-3 orang
Tiap group menginverisasi atau mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
Tiap group (atau diacak group tertentu) membacakan hasil diskusinya. Sementara, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data dipapan, kemudian siswa diminta menyebabkan analisis atau guru berikan perbandingan sesuai rancangan yang di sediakan guru.

N. Metode Make a Match (Mencari Pasangan)
Langkah-langkah dari metode melacak pasangan;
Guru mempersiapkan sebagian kartu yang berisi sebagian rancangan atau topik, yang sesuai untuk sesi review. Sebagian kartu berisi soal dan anggota lainnya berisi jawaban
Setiap siswa mendapat 1 buah kartu
Setiap siswa memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegangnya
Setiap siswa melacak pasangan yang sesuai bersama kartunya (kartu soal bersama kartu jawabannya)
Setiap siswa yang sanggup mencocokkan kartunya sebelum batas waktu, diberi poin
Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang tidak serupa dari sebelumnya, demikianlah seterusnya
Siswa diminta untuk menyebabkan analisis dari kesibukan yang baru saja dilakukannya. Guru kemudian menutup pembelajaran.

O. Metode Think Pair plus Share (Frank Lyman, 1985)
Pada intinya metode ini adalah siswa diminta berpasangan bersama kawan sebelahnya (kelompok 2 orang) dan menekankan hasil pemikirannya masing-masing. Setelah itu, guru memimpin sidang pleno kecil untuk berdiskusi dan tiap group mengemukakan hasil diskusinya.
Langkah-langkah dari metode ini;
Guru mengemukakan inti materi dan kompetensi yang mendambakan dicapai
Siswa diminta untuk berfikir perihal materi atau persoalan yang disampaikan guru
Siswa diminta berpasangan bersama kawan sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengungkap hasil pemikirannya masing-masing
Guru memimpin sidang pleno kecil untuk berdiskusi. Tiap group mengemukakan hasil berdiskusinya
Berawal dari kesibukan itu, guru kemudian mengarahkan pembicaraan pada pokok persoalan dan menaikkan materi yang belum diungkapkan para siswa
Guru beri tambahan analisis dari materi yang baru saja dipelajari bersama
Guru menutup pembelajaran.

P. Metode Bertukar Pasangan
Langkah cara dari metode ini;
Setiap siswa mendapat 1 pasangan (guru sanggup menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya)
Guru beri tambahan tugas dan siswa mengerjakan tugas bersama pasangannya
Setelah selesai, tiap-tiap pasangan bergabung bersama 1 pasangan dari group lain
Kedua pasangan itu bertukar pasangan, kemudian pasangan yagn baru itu saling bertanya dan melacak kepastian jawaban mereka
Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan itu kemudian dibagikan kepada pasangan semula.

Q. Metode Snowball Throwing
Langkah-langkah dari metode ini;
Guru mengemukakan materi yang dapat disajikan
Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua group untuk beri tambahan penjelasan perihal materi
Masing-masing ketua group lagi ke kelompoknya masing-masing, dan sesudah itu menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
Kemudian, masing-masing siswa diberikann 1 lembar kertas kerja, utnuk menuliskan 1 pernyataan (apa saja) yang menyangkut materi yang telah dijelaskan oleh ketua kelompok.
Kertas yang berisi pernyataan itu kemudian dibikin layaknya bola dan dilempar dari 1 siswa ke siswa yang lain sepanjang kurang lebih 15 menit
Setelah waktu melempar habis, tiap-tiap siswa dapat mendapatkan 1 bola kertas yang berisi pertanyaan. Siswa itu kemudian diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tercantum dalam kertas berikut secara bergantian
Gutu mengadakan evaluasi perihal materi yang baru saja dijelaskan
Guru menutup pembelajaran.

R. Metode Tebak Kata
a. Media yang digunakan
Buat kartu berukuran 10 x 10 cm. Isilah kartu itu bersama ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang kudu mengarah pada jawaban (istilah) yang kudu ditebak
Buat kartu ukuran 5 x 2 cm. Kartu itu digunakan untuk menulis kata-kata atau istilah yang rela ditebak. Kartu sanggup dilipat dan ditempel pada dahi, atau diselipkan di telinga.

b. Langkah-langkah pembelajaran
Guru menjelaskan kompetensi yang mendambakan dicapai atau materi kurang lebih 45 menit
Guru menyuruh siswa berdiri berpasangan di depan kelas
Seorang siswa di beri kartu ukuran 10 x 10 cm, yang nanti dapat dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang ukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga
Pada waktu siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang tercantum di dalamnya, pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10 x 10 cm. Jawaban tepat andaikan sesuai bersama mengisi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga
Apabila jawababnya cepat (sesuai yang tercantum di kartu), maka pasangan itu boleh duduk. Bila jawaban belum tepat, pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarah bersama kata-kata lain, asal jangan segera berikan jawabannya. Bergitu seterusnya.

Contoh soal pada kartu;
Aku adalah sebuah perusahaan. Aku membawa tanggung jawab yang tidak terbatas dan cuma dimiliki oleh satu orang. Struktur organisasiku tidak resmi. Apabila saya untung, maka dapat dimiliki atau diambil sendiri oleh pemilikku. Nah, siapakah aku? Jawaban :perusahaan perseorangan.

S. Metode Keliling Kelompok
Metode ini membawa target agar masing-masing anggota group mendapat kesempatan untuk beri tambahan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan juga analisis anggota lainnya.
Langkah-langkah metode ini;
Salah satu siswa dalam masing-masing group beri tambahan penilaian melalui pandangan dan pemikirannya perihal tugas yang tengah mereka kerjakan
Siswa selanjutnya termasuk ikut beri tambahan konstribusinya. Demikian seterusnya, agar seluruh siswa mendapat kesempatan untuk berkata mengungkap pendapatnya
Urutan giliran sanggup dijalankan searah bersama perputaran jarum jam atau kiri ke kanan.

T. Metode Coure Review Horay
Langkah-langkah metode ini
Guru mengemukakan kompetensi yang mendambakan dicapai
Guru mendemonstrasikan atau menyajikan materi
Gutu beri tambahan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jawab
Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh menyebabkan sebuah kotak (berisi 9, 16, atau 25 kotak-kotak kecil), sesuai bersama kebutuhan. Setiap kotak diisi angka sesuai bersama selera masing-masing siswa
Guru membacakan soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebut guru, kemudian segera didiskusikan
Apabila jawaban benar, diisi isyarat benar Ö, baik secara vertikal, horizontal atau diagonal, kudu berteriak “horay” atau yel-yel lainnya
Nilai siswa dihitung dari jawaban benar atau jumlah horay yang diperolehnya
Guru menutup pembelajaran. https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

Macam-macam metode pembelajaran di atas jadi entry point bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang mempu menajamkan keunggulannya dan meminimalisir kekurangan dan kelemahannya. Perlu diketahui bahwa tidak tersedia metodologi pembelajaran yang sempurna. Tetapi dari kelemahan dan kelebihan metode pembelajaran di atas, kamu sanggup mengambil benang merahnya, bahwa metode yang sanggup mendorong anak didik berdiri sendiri dan aktif dalam belajar, lebih efektif dari pada metode yang menidurkan potensi terbesar anak dan mengabaikannya, agar dalam perkembangannya jadi lamban dan sukar berkompetesi di alam terbuka. Jadi relevansi tawaran metode pembelajaran yang tengah ramai diperbincangkan, yaitu Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Baca Juga :