ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

DAMPAK SUBKULTUR TERHADAP MASYARAKAT

DAMPAK SUBKULTUR TERHADAP MASYARAKAT

DAMPAK SUBKULTUR TERHADAP MASYARAKAT
DAMPAK SUBKULTUR TERHADAP MASYARAKAT

Adanya subkultur-subkultur di tengah masyarakat tentu saja menimbulkan beberapa dampak, baik itu positif maupun negatif.

Dampak Negatif

Meresahkan Masyarakat pada Umumnya

Tidak dapat dipungkiri dengan adanya subkultur di tengah masyarakat menimbulkan keresahan tersendiri bagi warga masyarakat, sebab kebanyakan subkultur bersifat negatif dan dikonotasikan sebagai sekelompok orang yang berperilaku menyimpang. Misalnya, geng motor yang seringkali melakukan teror-teror terhadap masyarakat dan berbuat kriminal seperti penganiayaan.

Sebagai Aksi Pembangkangan

Artinya, sebagian masyarakat yang memiliki masalah dalam kehidupannya, baik itu masalah ideologi, suku, ras, agama, dan sebagainya yang kemudian membuatnya ingin masuk pada sebuah subkultur yang sesuai dirinya. Subkultur tersebut dirasa merupakan tempat dimana ia bisa merasakan kebebasan untuk berperilaku sesuai dengan pemikirannya.

Menimbulkan Konflik

Adanya subkultur-subkultur di masyarakat, merupakan celah atau kesempatan timbulnya sebuah konflik di dalam masyarakat. Dimana sebuah masyarakat menginginkan kebudayaan yang menyeluruh di masyarakat, namun terdapat sekelompok orang yang menginginkan dibentuknya subkultur agar dapat memunculkan identitasnya di masyarakat. Hal ini yang seringkali menimbulkan konflik, yang dipicu oleh ulah dari anggota subkultur itu sendiri.

Dampak Positif

Menciptakan Toleransi antara Budaya Dominan dengan Marjinal

Realita adanya subkultur di masyarakat sebenarnya dapat menciptakan rasa toleransi atau saling menghargai antara budaya dominan dengan marjinal. Jika suatu kebudayaan diakui di dalam masyarakatnya, maka sikap saling menghargai ini akan dapat diinterpresikan dalam masyarakat.

Sebagai Konstruksi bagi Pemerintah

Dengan adanya subkultur di tengah masyarakat, maka di balik fenomena ini dapat dijadikan cermin bagi pemerintah dalam menjalankan kekuasaanya, apakah sudah diterima dengan baik oleh masyarakat, atau justru mendapat penolakan oleh masyarakat. Pemerintah harus memerhatikan dengan cermat bagaimana kebudayan-kebudayaan yang berkembang pada masyarakat.

Kesimpulan

Secara sosiologis, subkultur merupakan sekelompok orang yang memiliki perilaku dan kepercayaan yang berbeda dengan kebudayaan induk mereka. Subkultur dapat terjadi karena perbedaan usia anggotanya, ras, etnisitas, kelas sosial, gender, estetika, religi, politik, seksual, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut. Anggota dari suatu subkultur biasanya menunjukan keanggotaan mereka dengan gaya hidup atau simbol-simbol tertentu. Sehingga, studi subkultur seringkali memasukan studi tentang simbolisme, seperti pakaian, musik dan perilaku anggota sub kebudayaan. Dapat dikatakan bahwa pengertian subkultur adalah sebuah gerakan yang dilakukan oleh kaum marjinal terhadap budaya-budaya kaum dominan.

Tidak dapat dipungkiri subkultur berada di tengah masyarakat dengan kebudayaan dominannya. Sub kebudayaan ini dapat kita lihat melalui simbol-simbol yang dikenakan oleh kaum marjinal yang dimaksud. Simbol-simbol tersebut terlihat ‘berbeda’ dengan apa yang digunakan masyarakat pada umumnya. Contoh dari subkultur yang ada di masyarakat adalah komunitas punk, geng motor, komunitas homoseks/ lesbian, dan lain-lain.

Adanya subkultur-subkultur di tengah masyarakat tentu saja menimbulkan beberapa dampak, baik itu positif maupun negatif. Untuk dampak negatif dari adanya subkultur di masyarakat, yaitu meresahkan warga masyarakat dari anggota sbkultur yang bersifat menyimpang, sebagai aksi pembangkangan terhadap masalah yang dialaminya, serta menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Sedangkan untuk dampak positifnya, antara lain menciptakan toleransi antara budaya dominan dengan marjinal, serta sebagai konstruksi bagi pemerintah.

Sumber : https://jalantikus.app/