ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

Camat: Disdik Harus Tanggung Jawab

Camat: Disdik Harus Tanggung Jawab

Camat Disdik Harus Tanggung Jawab
Camat Disdik Harus Tanggung Jawab

Terdampaknya SDN Layungsari 2 Kota Bogor atas proyek pembangunan rel ganda Bogor-Sukabumi

mendapat perhatian Camat Bogor Selatan, Atep Budiman.

Menurutnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor wajib bertanggung atas nasib tiga ruang kelas SDN Layungsari 2 yang terkena dampak dan harus dibongkar itu.

”Disdik hendaknya segera menyiapkan lokasi penampungan sementara untuk kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SDN Layungsari 2,” katanya.

Menurut rencana, pengosongan bangunan di sekitar bantaran rel Kereta Api jurusan Bogor-Sukabumi

itu harus sudah dibongkar paling lambat Desember 2019, termasuk gedung SDN Layungsari 2.

Sebab, awal 2020 pembangunan rel ganda itu segera dilaksanakan.

“Dinas Pendidikan seharusnya sudah mempersiapkan gedung penampungan sementara agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Karena pembangunan gedung baru itu kan prosesnya lama, sehingga jika tidak dipersiapkan dari sekarang, khawatir kegiatan belajar anak-anak akan terbengkalai,” ingatnya.

Tiga ruang kelas SDN Layungsari 2, sambung Atep, akan terkena dampak pembangunan rel tersebut.

Sementara tiga ruang kelas tersebut saat ini digunakan tiga kelas pagi dan tiga kelas siang,

sehingga jika ruang kelas itu tergusur, maka enam rombongan belajar (rombel) akan kehilangan tempat belajar.

”Makanya saya sarankan Disdik Kota Bogor harus sudah mencari lokasi untuk penampungan siswa SDN Layungsari 2,” tekan Atep.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Kota Bogor, Fachrudin, menyebutkan hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi dari Kementerian Perhubungan mengenai bangunan gedung SDN Layungsari 2 yang akan terkena dampak rencana pembangunan rel ganda Kereta Api jurusan Bogor-Sukabumi.

”Masalah itu bukan ranah kami, tapi ini ranahnya Pemerintah Kota Bogor dengan Kementerian Perhubungan,” kilahnya.

“Kami segera mengambil langkah tepat, jika kami sudah menerima pemberitahuan resmi dari Kementerian Perhubungan ataupun dari wali kota Bogor. Jika pemberitahuan itu sudah kami terima, pasti kita akan prioritaskan,” ujarnya

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/GPGTFVT