ksnr.us

Ruang Belajar Teknologi Terkini Dan Terpopuler

Ketahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Ketahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Ketahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store
Ketahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Browser atau peramban besutan Google ini dikabarkan telah mengalami

sejumlah pembaharuan dan penambahan fitur baru dalam update terbarunya.

Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah fitur yang akan memperingatkan penggunanya jika password yang digunakan untuk login di Google Chrome di curi oleh hacker.
Muat Lebih

Waspada, Hacker Bisa Ambil Alih Akun TikTok Lewat Celah IniApple Bersedia Membayar Rp 14 M Bagi Penemu Bug di Perangkat MerekaKetahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Seperti diketahui, raksasa teknologi Google baru saja memperkenalkan peramban Chrome

versi M79 dengan sejumlah fitur baru. Salah satunya seperti yang sudah di jelas di awal adalah adalah fitur untuk mengantisipasi hacker mencuri akun Chrome milik pengguna.
Baca Juga : Peneliti Temukan Bug Di Telegram Yang Di gunakan Untuk Mining Bitcoin

Fitur baru ini, merupakan pengembangan dari fitur Password Checkup yang terlebih dahulu sudah tersedia di peramban Chorme, dimana fitur ini sejatinya berfungsi untuk memberitahu pengguna jika password mereka sedang tidak aman.

Melansir dari laman Forbes, Jumat (13/12/2019), pihak Google telah membuat fitur ini sedemikan rupa yang bisa membantu pengguna mengamankan akun mereka.

“Ketika kamu masuk ke sebuah situs web, Chrome akan mengirimkan salinan nama pengguna dan kata sandi yang dienkripsi dengan kunci rahasia yang hanya diketahui oleh Chrome. Tidak seorang pun, termasuk Google, dapat memperoleh nama pengguna atau password Anda kamu.” demikian tulis pihak Google dalam laman Blog resmi milik mereka.
Baca Juga : Siswa SMA Di Jepang Di Tangkap Polisi Gara-Gara Membuat Malware Cryptocurrency

Sistem kemanan baru google chrome ini bekerja dengan cara, Google pertama-tama

mengubah atau mengencrypt kata sandi yang di masukkan oleh pengguna menjadi bentuk password ‘hash’, yakni password yang berubah menjadi kumpulan huruf dan angka.

Sebagai contoh, jika pasword yang digunakan pengguna adalah “ilov3you300” maka sistem google akan merubahnya menjadi seperti 855c3697d9979e78ac404c4ba2c66533.

Selanjutnya, jika password yang sama ada dalam ‘tumpukan’ aktivitas login Google yang sebelumnya dicuri, sistem akan mendeteksi kesamaan hashing yang digunakan jika sudah di gunakan di perangkat yang berbeda.

Untuk megaktifkan fitur ini, pastikan peramban chrome yang digunakan adalah merupakan versi yang terbaru. Selanjutnya, buka menu Settings, Sync dan Google Services, dari menu ini antinya pengguna bisa mengontrol siapa yang mencoba masuk ke akun Chrome yang kalian gunakan.

 

Baca Juga :